memahami Variabel di dalam PHP

Posted on

Belajar PHP untuk pemula perlu tahu apa itu variabel? Di PHP, variabel digunakan untuk menyimpan nilai formulir yang cocok dengan deklarasinya. Penting bagi pemula untuk mempelajari dasar-dasar dalam dunia pemrograman. Tanpa pengetahuan yang baik tentang variabel dalam PHP, akan sulit bagi kita untuk mengembangkan web di masa depan. Mari kita mulai membahas satu per satu secara detail.

Memahami variabel dalam pemrograman

Variabel dapat didefinisikan sebagai tempat untuk menyimpan nilai dalam memori yang bentuk dan tipe datanya bervariasi sesuai dengan nilainya dan dapat berubah dalam proses pemrograman yang sedang berjalan. Variabel pada dasarnya sama dengan konstanta, perbedaannya hanya jika nilai suatu variabel dapat berubah, maka konstanta tersebut memiliki nilai konstanta.

struktur tulisan

Dalam PHP, variabel dapat dibuat dengan nama pendek, seperti x atau y, atau dengan nama yang mewakili variabel tersebut, seperti usia, jenis kelamin, dll. Berikut adalah beberapa aturan untuk menulis variabel dalam PHP

  • Variabel ditandai dengan $ pada awalnya, kemudian diikuti dengan nama variabel. Contoh : $umur, $jenis_kelamin, $ukuran, $nilai.
  • Pendeklarasian nama variabel dimulai dengan huruf atau underscore karakter. Contoh : $nama, $umur, $_nilai, pendeklarasian variabel yang salah contoh : $34$3pendidikan$98jumlah.
  • Nama variabel yang dibuat bersifat case sensitive, contoh : $umur tidak sama dengan $UMUR atau $nilai tidak sama dengan $Nilai. contoh-contoh diatas didalam PHP akan dibaca variabel yang berbeda.

Contoh mendeklarasikan variabel dalam PHP

 

<?php
$usia =25;
echo "Budi berusia $usia Tahun";
?>
 Hasil Output:  

Contoh sintaks sederhana di atas adalah mendeklarasikan variabel umur dengan nilai 25 kemudian perintah echo untuk menampilkan output dari pernyataan Budi umur 25 tahun. Nilai 25 adalah hasil pemanggilan variabel lifetime.

Tipe data variabel dalam PHP

Tidak seperti mendeklarasikan variabel dalam bahasa pemrograman lain. Dalam PHP kita tidak perlu mendeklarasikan tipe data dari variabel yang kita buat. PHP akan secara otomatis menghasilkan tipe data berdasarkan nilai yang kita buat.

Contoh:

<?php
$x=50;
$y=3.5;
$nama="budi";
?>

Dari contoh ketiga variabel diatas kita tidak perlu mendeklarasikan tipe data dari variabel yang dibuat. Namun PHP dapat mengidentifikasi tipe data variabel tersebut

  1. Variabel x bertipe data integer karena nilainya 50 adalah bilangan bulat.
  2. Selanjutnya variabel y bertipe data float karena nilainya 3.5 adalah bilangan pecahan.
  3. Terakhir variabel nama bertipe data string karena nilainya berupa karakter string dengan kalimat kelas programmer.

Lingkup variabel dalam PHP

Dalam PHP kita dapat mendeklarasikan variabel dimana saja. Lingkup variabel yang kita buat akan menjadi tempat variabel direferensikan/digunakan. Ada tiga jenis bidang variabel di PHP

1. Cakupan Lokal

<?php
function Coba() {
    $x = 5; // Cakupan lokal
    echo "<p>Variable x didalam cakupan fungsi coba : $x</p>";
}
Coba();

// mencoba memanggil diluar fungsi coba maka akan error
echo "<p>Variable x diluar cakupan  fungsi coba : $x</p>";
?> Dari sintaks di atas, kita dapat melihat bahwa ketika kita mendeklarasikan variabel x dalam fungsi pengujian, hanya lingkup lokal yang dapat mengakses variabel tersebut. Ini berarti bahwa hanya pemanggilan variabel yang hanya dapat dilakukan dari dalam fungsi pengujian. Memanggil variabel x di luar cakupan fungsi pengujian akan menghasilkan kesalahan. 

2. Cakupan Global

<?php
$x = 5; // Cakupan Global

function Coba() {
	//Pemanggilan variabel x akan error karena cakupan vaiabel x adalah cakupan global
    echo "<p>Variable x didalam cakupan fungsi coba : $x</p>";
}
Coba();

// Memanggil variabel x bisa dilakukan karena menggunakan cakupan global
echo "<p>Variable x diluar cakupan  fungsi coba : $x</p>";
?> Jika cakupan lokal variabel yang dideklarasikan didalam fungsi tidak bisa diakses diluar fungsi. Berbeda dengan cakupan global bila variabel yang dideklarasikan diluar fungsu maka pemanggilan variabel tidak dapat dilakukan dari dalam fungsi. Pemanggilan variabel harus dilakukan dari luar fungsi, dikarenakan cakupan variabel tersebut adalah cakupan global. 

3. Variabel Static

Biasanya, ketika suatu fungsi selesai/dieksekusi, semua nilai variabelnya akan dihapus. Namun, terkadang kita ingin menghapus nilai variabel lokal NOT. Kami membutuhkannya untuk lebih banyak pekerjaan. Untuk melakukan ini, gunakan kata kunci static saat mendefinisikan variabel untuk pertama kalinya:

<?php function Coba() { static $x = 1; //pendeklarasian variabel menggunakan kata kuci static echo $x; $x++; } Coba(); echo “<br>”; Coba(); echo “<br>”; Coba(); ?>

 

 

Lihat perbedaannya

<?php function Coba() { $x = 1; // tanpa menggunakan static echo $x; $x++; } Coba(); echo “<br>”; Coba(); echo “<br>”; Coba(); ?>

Kita lihat syntax dia penedeklarasian variabel x tanpa menggunakan static dan hasilnya jelas dapat dilihat melalui outpu dibawah.

Tanpa menggunakan variabel statis, nilai variabel akan dihapus saat perintah dijalankan sehingga jika kita memanggil variabel lagi, nilainya akan tetap tidak berubah.

kesimpulan

Maka kali ini untuk pembahasan kita tentang variabel dalam PHP, Kelasprogrammer.com akan terus membagikan hal-hal dasar yang penting untuk kita pelajari. Karena yang besar harus dimulai dari yang kecil. Inilah sebabnya mengapa variabel pembelajaran dalam PHP penting untuk proses pembelajaran yang lebih tinggi di masa depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *